Sudah berminggu-minggu Ayu dan ibunya menunggu Bunga. Setiap hari mereka datang kerumah itu, tapi hasilnya selalu nihil. Bunga tidak ingin menemui ibu dan adiknya lagi. Sikap dan kelakuan Bunga sudah membuat ibunya sedih. Apalagi sekarang ayah Bunga sudah meninggal, tapi Bunga tidak mengetahui hal tersebut.
Suatu hari, Bunga pergi ke sebuah mall dengan mengendarai mobil. Tiba-tiba rem mobilnya blong dan ia menabrak sebuah pohonbesar di tepi jalan. Mobilnya rusak parah dan Bunga pun luka-luka. Ia segera dibawa kerumah sakit terdekat oleh warga. Luka Bunga sangat parah, dan matanya buta. Ketika mendengar kabar bahwa matanya buta, Bunga terkejut dan ia marah. Ia menangis meraung. Suami dan anaknya mencoba menenangkannya, namun apa daya. Bunga sangatlah sedih.
Ani memberitahukan berita kecelakaan Bunga kepada ibu dan adik Bunga. Betapa terkejutnya mereka. Ibu Bunga pun menangis ketika mendengar mata anaknya tersebut buta. Saat ini Bunga tengah membutuhkan pendonor mata yang ikhlas mendonorkan matanya demi bunga. Sang ibu bersedia unyuk mendonorkan matanya kepada Bunga karna ia benar-benar sayang kepada bunga.
Hari demi hari telah berlalu. Kini telah 2 bulan paskah kecelakaan yang dialami Bunga. 2 bulan itu juga ia tidak pernah melihat ibu dan adiknya datang ke rumah. Di dalam hatinya bertanya, "kemana ibu dan Ayu? Kenapa mereka tidak pernah ke mari lagi?"
Namun itu haya sekilas pikiran di Bunga. Suatu ketika Bunga sedang jalan-jalan ke sebuahmall, ia bertemu dengan Ani teman lamanya. Mereka berbincang-bincang di sebuah cafetaria. Mereka bercerita banyak hal. Sampai suatu ketika Ani menceritakan apa yang selama ini tejadi apa kedua orang tuanya.Ternyata ayah Bunga telah meninggal setahun yang lalu dan yang lebih membuat Bunga sedih adalah ibunya telah tiada sebulan yang lalu. Bunga baru mengetahui bahwa yang mendonorkan mata untuknya adalah ibunya sendiri. Ibu Bunga sakit kanker. Telah lama beliau mengidam penyakit membahayakan itu. Bunga menangis ketika mendengar semua cerita dari Ani. Bunga sangat merasa bersalah. Ia menanyakan keberadaan adiknya, Ayu. Sekarang Ayu telah tinggal di desa bersama paman dan bibinya. Meskipun Ayu sudah diajak tinggal di kota bersama kakaknya, ia selalu menolak.
Sekarang hanya rasa menyesal yang Bunga rasakan. Ia baru mengerti betapa besar perjuangan ibunya untuk dirinya. Padahal Bunga selalu berbuat yang tidak baik pada ibunya, tapi balasan kebaikan dan kasih sayang yang selama ini ibunya berikan.
Bunga telah berubah menjadi perempuan yang baik. Ia menjadi ibu yg baik bagi anaknya dan istri yang baik bagi suaminya. Ibunya, adalah contoh ia untuk menjalani hidup kedepan.
Suatu hari, Bunga pergi ke sebuah mall dengan mengendarai mobil. Tiba-tiba rem mobilnya blong dan ia menabrak sebuah pohonbesar di tepi jalan. Mobilnya rusak parah dan Bunga pun luka-luka. Ia segera dibawa kerumah sakit terdekat oleh warga. Luka Bunga sangat parah, dan matanya buta. Ketika mendengar kabar bahwa matanya buta, Bunga terkejut dan ia marah. Ia menangis meraung. Suami dan anaknya mencoba menenangkannya, namun apa daya. Bunga sangatlah sedih.
Ani memberitahukan berita kecelakaan Bunga kepada ibu dan adik Bunga. Betapa terkejutnya mereka. Ibu Bunga pun menangis ketika mendengar mata anaknya tersebut buta. Saat ini Bunga tengah membutuhkan pendonor mata yang ikhlas mendonorkan matanya demi bunga. Sang ibu bersedia unyuk mendonorkan matanya kepada Bunga karna ia benar-benar sayang kepada bunga.
Hari demi hari telah berlalu. Kini telah 2 bulan paskah kecelakaan yang dialami Bunga. 2 bulan itu juga ia tidak pernah melihat ibu dan adiknya datang ke rumah. Di dalam hatinya bertanya, "kemana ibu dan Ayu? Kenapa mereka tidak pernah ke mari lagi?"
Namun itu haya sekilas pikiran di Bunga. Suatu ketika Bunga sedang jalan-jalan ke sebuahmall, ia bertemu dengan Ani teman lamanya. Mereka berbincang-bincang di sebuah cafetaria. Mereka bercerita banyak hal. Sampai suatu ketika Ani menceritakan apa yang selama ini tejadi apa kedua orang tuanya.Ternyata ayah Bunga telah meninggal setahun yang lalu dan yang lebih membuat Bunga sedih adalah ibunya telah tiada sebulan yang lalu. Bunga baru mengetahui bahwa yang mendonorkan mata untuknya adalah ibunya sendiri. Ibu Bunga sakit kanker. Telah lama beliau mengidam penyakit membahayakan itu. Bunga menangis ketika mendengar semua cerita dari Ani. Bunga sangat merasa bersalah. Ia menanyakan keberadaan adiknya, Ayu. Sekarang Ayu telah tinggal di desa bersama paman dan bibinya. Meskipun Ayu sudah diajak tinggal di kota bersama kakaknya, ia selalu menolak.
Sekarang hanya rasa menyesal yang Bunga rasakan. Ia baru mengerti betapa besar perjuangan ibunya untuk dirinya. Padahal Bunga selalu berbuat yang tidak baik pada ibunya, tapi balasan kebaikan dan kasih sayang yang selama ini ibunya berikan.
Bunga telah berubah menjadi perempuan yang baik. Ia menjadi ibu yg baik bagi anaknya dan istri yang baik bagi suaminya. Ibunya, adalah contoh ia untuk menjalani hidup kedepan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar